Selasa, 27 Maret 2018

MENGENAL JURUSAN LANGKA, JURUSAN KEARSIPAN SV UGM

KEARSIPAN DAN SEKELUMIT TENTANGNYA

Bismillah, Alhamdulillah Wassolatu Wassalamuala Rosulillah.. Amma Ba'ad

Tulisan ini menggunakan bahasa gahol (gue Lo). Mohon maaf apabila ada kata yang tidak berkenan. Semoga Allah Ta'ala mengampuni saya dari kesalahan-kesalahan dalam menulis dan bersikap..


Tulisan ini bukan sebatas nyinyiran, atau sebatas tulisan tanpa tujuan. Tulisan ini juga bukan ditulis saat diburjo dengan sebatang udud. Tulisan ini untuk para pembaca yang budiman, yang belum tau prodi kearsipan. Sorry kalo saya sok tau nantinya.. let's go!

Udah jujur aja. Sebagian besar anak baru (maba) di Kearsipan gatau apa itu kearsipan dan apa yang akan mereka pelajari. Termasuk kalian juga kan? Itu juga terjadi sama saya. What is archives? Sorry bro sist, pil pahit yang harus kalian telan adalah jurusan ini ga se-tenar teknik elektro, manajemen, Hubungan Internasional, ataupun ilmu komunikasi. Lo harus terima dengan berat hati dan lapang dada, jurusan ini ga seterkenal mereka. TAPI, eits ada tapinya dong. Jurusan ini bermasa depan cerah dengan berbagai alasan. Tulisan ini murni untuk profile image, dan juga lo yang galau, yakin ga sih gue disini, bisa ga si gue bertahan disini, SBMPTN atau bertahan disini ya, dan semua kebimbangan tentang kearsipan. Oke, Sini gue ceritain :
1. Jurusan Kearsipan UGM terakreditasi A
Boom! A cuy. Ga maen-maen akreditasnya. Tapi dengerin gue sebentar, akreditasi itu bukan kaya barang yang keliatan, tapi penilaian global lewat berbagai aspek. Lo tidak akan merasakan secara langsung kalo jurusan lo terakreditasi A. Karena lu rasa jurusan ini memang sama seperti prodi lain. Tapi, ada banyak keuntungan saat lo lulus. Diantaranya ada beberapa perusahaan yang mengharuskan lo berasal dari Universitas berakreditasi minimal B dan jurusan minimal B. Untungnya UGM dapet A, juga jurusan lo dapet A. Jadi lo bisa santai urusan itu. Ditambah, lo diajar sama dosen muda yang kece-kece.. Tapi yang harus lo inget adalah dosen itu sumber ilmu, tetep hargai dan sopan kepada mereka. Satu lagi, tidak semua ilmu yang lo dapet harus dari dosen. Lo bisa nyari ilmu tambahan dari organisasi, buku, jurnal, seminar, atau lainnya. Jadi jangan sampe lo kaya anak SMP atau SMA yang harus disuapin.
2. Lulus cepet, siapa yang gamau?
Jadi, rata-rata kelulusan anak kearsipan itu 3 tahun-nan. Kalo lo mau rajin, lo bisa lulus sekitar 2,9 Tahun. Tapi rata-rata memang 3 tahunan, karena pake sistem paket. Satu sisi enak, satu sisi enak banget. Udahlah, nikmatin dulu waktu kuliah. Jangan lupa makan dan minum susu di preksu atau makan donat gratisan di Dunkin kalo dapet sms dari T-sel. 3 tahun itu sebentar, ga kerasa. Tapi bukan berarti dengan kalian lulus cepat, kalian malah ngorbanin softskill hanya gara-gara jadi mahasiswa Kupu-kupu alisan kuliah pulang-kuliah pulang. Eits, tapi jangan neting, siapa tau pas pulang itu dia bersemedi dikamar dengan setumpuk berkas untuk ikut lomba karya tulis ilmiah atau essay. Atau bahkan bersemedi dikamar dengan drakor dan semangkok mie kuah. Hmmm leh ugha.. tetep asal softskill kalian dengan organisasi, UKM, kepanitiaan, seminar, workshop, atau apapun itu ya. Jangan sia-siakan setiap kesempatan. Lo harus explore, lo harus cari ilmu sebanyak-banyaknya. Ada jutaan orang sarjana&diploma yang harus nganggur setahun ataupun dua tahun untuk nyari kerjaan. Masa lo yang lulus cepet, IPK tinggi, udah punya keahlian khusus, lapangan pekerjaan kearsipan sangat dibutuhkan dan masih kurang, terus lo pindah atau ga bersyukur masuk prodi ini? Jadi syukurin dulu nikmat itu. Karena ada ribuan anak yang tertolak masuk prodi kearsipan. Lo yang beruntung bro, lo yang beruntung sist. Coba lo bayangkan, semisal ada anak dari desa terpencil, nun jauh disana, belajar siang malem, doa ga putus-putus, latihan tiada henti, ikut tes berkali kali, ditolak universitas puluhan kali, dan pas tes seleksi masuk ke kearsipan, Allah belum mengizinkannya masuk. Tapi lo, lo udah “ambil jatah” anak-anak lain yang ketolak, yang mungkin kalo anak tadi masuk, dia ga akan menyia-nyiakan setiap detik di kearsipan. Dia udah punya tekad yang kuat kalo masuk prodi kearsipan. Sedangkan lo? Lo yang udah ngambil 1 kursi di kearsipan, lo malah leha-leha, tugas lo tinggalin demi jalan sama gebetan, makan ditempat mahal lebih lo suka ketimbang angkringan dan burjo karena gengsi, hambur-hamburin duit orang tua dengan shoping tiap minggu. Inget, ada orang tua dirumah yang harus lo bahagiakan, ada uang orang tua yang harus lo ganti sama kebaktian, ada air mata orang tua yang harus lo tanggung, ada kakak dan adik yang setia dengerin masa indah kuliah kalian. Mereka udah ngasih semuanya, dan lo masih gini?
3. Nilai Plus Karena kuliah di Jogja
Kuliah di Jogja itu selain nyaman, juga tempat kalian membuat kemistri bersama temen-temen. Dan, jangan heran, banyak politikus, penulis, seniman, atau tokoh lain yang asalnya dari Jogja. Bagi kalian yang merantau, jangan jadikan Jogja sebagai tempat hijrah tok. Sungguh, banyak yang bisa diambil dari Jogja selain numpang kos dan kuliah. Jangan lupa, kalian yang anak rantau, tetaplah berhubungan baik dengan keluarga dirumah. Jangan jadikan waktu selow-mu hanya untuk ngudud atau ngevape. Anis Baswedan aja bilang kalo setiap sudut kota jogja itu romantic. Masa kalian gamau di-romantis-in sama jogja? Jangan hilangkan keromantisan jogja hanya dengan berdiam diri dikamar dan tidak meng-explore jogja.
4. You’re Different
Trust me guys, Saya tau kalian mungkin tidak merasa se-pede masuk jurusan lain yang keren. Saya tau beberapa dari kalian masuk prodi ini karena terpaksa. Atau bahkan “gapapa saya kuliah di jurusan apa aja, asal di UGM”. Saya tau karena saya merasakannya. Udah jujur aja, waktu lo udah lolos di kearsipan UGM, terus salah satu sodara atau temen lo nanya, “Eh katanya masuk UGM ya, jurusan apa?”. “Kearsipan”. Seketika dia langsung masang muka sok polos terus nanya “Kearsipan tu apa ya?” Sambil nyengir kuda. Guys, come on. Mereka bilang gitu karena mereka belum tau. Kalian ga perlu minder karena jurusan ini ga banyak yang tau dan dikenal. Yang perlu kalian pelajari adalah ketekunan dan kegigihan. Opportunity itu ga pernah salah datang. Kalian lah yang salah karena ga berani ambil. THE IMPORTANT THINGS IS, kenapa kita ga open minded? Kenapa otak kita masih dipenjara sama hawa nafsu. Dimanapun bidangnya, tekuni. Keras dan cambuklah diri sendiri dikala malas. Kalian akan bersaing dengan ribuan bahkan jutaan manusia. Bukan cuma IPK bos yang dipake. Jadi, rugilah kalian jika selama belajar 3 tahun di kearsipan tidak dapat ilmu tambahan diluar akademik. Kenapa IPK cuma mentok sampe 4? Karena 96 nilai lainnya lo cari diluar kampus. Mainstream bat dah kata-kata ini :(. Masalah prestasi, gue ceritain ya, prestasi itu bukan Cuma selembar sertifikat kejuaraan. Gue bilang “bukan cuma” ya. Jadi kalopun lo menang lomba, ya lo memang berprestasi. Tapi bagi temen-temen yang ga ikut lomba ataupun ga menang, bukan berarti kalian tidak berprestasi. Bagi anak-anak yang belum bisa kuliah sampai detik ini, bagi mereka kalian berprestasi karena bisa kuliah. Bagi anak-anak yang jago nulis, bisa menari adalah sebuah prestasi. Begitu pula sebaliknya. Kalo prestatif hanya dilambangkan dengan selembar sertifikat, maka steve job, mark zuckberg, tidak berprestasi karena di DO semasa kuliahnya. Bukan itu arti prestasi yang sebenarnya. Prestasi itu ketika kamu dapat menggunakan semua yang kamu miliki baik itu jiwa, raga, harta, ataupun lainnya, untuk digunakan dalam kebaikan dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Wadaw :v


Okeee, sekarang masuk ke Prodi Kearsipan itu sendiri yaa…
Oke, Jujur aja, guw masuk Kearsipan melalui UTUL II dan menaruh Prodi Kearsipan di posisi 1 sedangkan Manajemen di posisi 2 (If u know what I mean). Kata teman-teman saya sih terbalik, but who cares wkwk. Saya tertarik dengan jurusan ini! Seperti teman-teman ketahui, jurusan Kearsipan adalah salah satu jurusan dengan akreditasi A di Sekolah Vokasi UGM (yeahh). Walaupun berumur muda, namun bukan berarti kemajuannya terhambat. Justru tahun 1994 adalah tonggak awal jurusan ini mulai berkiprah dan menunjukkan eksistensinya di SV sendiri. Sejak awal berdirinya, jurusan ini telah menghasilkan Ahli Madya yang terampil dan jago dalam bidang pengelolaan dokumen dan manajemen informasi. Terbukti, sudah banyak lulusannya terserap diberbagi instansi dan juga badan pemerintahan nasional maupun daerah. Teman teman sekalian, kalian akan mendapatkan ilmu baru. Ilmu lama yang dibarukan (Eh). Maksudnya kalian disini akan banyak belajar mengenai manajemen, administrasi, pengelolaan berkas, surat, dan teman-temannya. Perlu digaris bawahi, kalo teman-teman merasa belum PD masuk jurusan ini, silahkan ambil SBMPTN lagi tanyakan pada diri sendiri, kira-kira passion aku bener disini ga ya? Kira-kira aku nyaman belajar ini ga ya? Dan teman-teman akan mendapatkan jawabannya ketika di semester 3. Kalian akan merasa salah jurusan nyaman dan mulai tertantang untuk belajar lebih giat lagi dan memperdalam ilmu ini. Teruntuk kalian maba yang belum PD masuk jurusan ini, baca dengan seksama dan dengan hati yang terbuka yaa. Silahkan banyak gugling atau ngobrol dengan kating a.k.a kakak tingkat atau alumnus kearsipan sendiri. Dimana mereka kerja, berapa gajinya, bisa jadi PNS ga, bisa lanjut S1 ga, dll. Maka kalian akan menemukan jawaban yang bervariasi dengan standar masing-masing. Untuk kalian yang ngebet pengen jadi PNS, tentu bisa. Ambil saja tes CPNS dan tunggu hasilnya. Untuk kalian yang mau ekstensi atau lanjut S1, tentu bisa juga. Kalian bisa lanjut di UT (universitas terbuka), UNAIR, UI, dan atau bahkan kuliah sambil kerja seperti di STIA-LAN (Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi-Lembaga Administrasi Negara). Masalah gaji, jangan bingung atau takut, rezeki itu sudah diatur. Bahkan rezeki itu akan datang ke kita sampai ajal yang memisahkan. Tinggal dari diri kita masing-masing, mau ga nyari, mau ga berusaha, mau ga giat bekerja. Lo sendiri yang tentuin. Semuanya ga ada yang instan bro, sist. Jack Ma, Milyader asal china, ia pernah ditolak 5x oleh Harvard. Ia pernah ditolak oleh KFC saat daftar jadi karyawan. Dari 28 pendaftar, 27 orang masuk kecuali dia. Mark Zuckmberg, ia harus di DropOut dari universitasnya sebelum membuat facebook. Buku pertamanya ditolak 27 penerbit yang berbeda. Mereka (penerbit) bilang materinya terlalu berbeda dan tidak akan pernah terjual. Siapa dia? Yap, Dr. Seuss. Penulis buku anak paling laku dalam sejarah. Berbeda dengan J.K Rowling, ia ditolak 30 kali oleh penerbit. Penerbit bilang “maaf, bukunya ga akan jadi buku yang bagus”. Tapi siapa sangka, ia menulis buku Harry Potter yang sudah terjual 450 juta diseluruh dunia. So, bukan seberapa tenar jurusan kalian, tetapi seberapa kuat dan gigih kalian dalam menjalani hidup. Dunia itu keras. Kalo kalian lembek, kalian akan hilang ditelan bumi.
Oke, gue mau cerita lebih dalem ya.
Didalam suatu jurusan, teman-teman akan menemukan himpunan. Di UGM sendiri dikenal yang namanya HMP (Himpunan Mahasiswa Prodi) atau HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan). Nah, di Kearsipan pun ada, HIMADIKA or Himpunan Mahasiswa Prodi Kearsipan namanya. Oiya, HIMADIKA sendiri berada dibawah Departemen Bahasa Seni dan Manajemen Budaya (DBSMB) yang berisi dari prodi Bahasa, Pariwisata, dan Kearsipan. Kearsipan concern pada Manajemen Budaya nya. Yoi, itu sekelumit tentang HIMADIKA dan sedikit tentang kearsipan ya. Sekarang kita akan masuk sedikit tentang HMKI.
HMKI (Himpunan Mahasiswa Kearsipan Indonesia)
Woke, teman-teman, sekarang izinkan saya untuk sedikit bercerita tentang HMKI. Program Studi Kearsipan adalah program studi yang jarang. Jika tidak salah di Indonesia sendiri ada sekitar kurang dari 8 Universitas yang memiliki prodi ini. Namanya pun ada yang berbeda. Di UI, nama prodi ini adalah Manajemen Informasi dan Dokumen (MID). Kabarnya, nama tersebut sudah beberapa kali berganti. UI pun pernah memakai nama kearsipan loh kawan!. Di Univ. Brawijaya, nama prodinya adalah Kearsipan dan perpustakaan (kok aneh?). Yap, memang begitu realitanya. Di UNDIP sendiri sama seperti UGM, yaitu Kearsipan. Untuk selebihnya, silahkan cari referensi sendiri yaa :D
Bahas lebih maju yuk. Apresiasi terhadap kearsipan di masyarakat dan instansi pemerintahan saat ini masih rendah. ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia) menemukan banyak permasalahan ketika melaksanakan audit dan pengawasan kearsipan terhadap 34 kementerian. Adapun hasilnya cukup miris. Padahal audit dan pengawasan kearsipan itu sebagai proses dalam menilai kesesuaian antara prinsip, kaidah dan standar penyelenggaraan kearsipan. Kepala ANRI, Bapak Mustari Irawan mengatakan, dari 34 kementerian 34 kementerian hanya 2 kementerian yang mendapatkan nilai baik. Sedangkan di masyarakat umum, masih Rendahya apresiasi disebabkan karena kurang taunya mengenai nilai dari arsip. Nah, Kami, Mahasiswa yang sadar  sebagai agent of change memiliki kewajiban untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap arsip. Sehingga dibutuhkan wadah organisasi mahasiswa kearsipan berskala nasional untuk mengaktualisasikan dan menyebarkan nilai-nilai dari kearsipan. Dengan adanya organisasi mahasiswa kearsipan tingkat nasional maka akan menyatukan mahasiswa kearsipan se Indonesia dalam satu framming untuk mengembangkan keilmuan maupun pengabdian masyarakat  melalui program kerja yang disusun sesuai dengan visi-misi yang telah dibuat.
Organisasi mahasiswa tingkat nasional tersebut bernama HMKI (Himpunan Mahasiswa Kearsipan Nasional), yang merupakan wadah mahasiswa kearsipan di berbagai Universitas di Indonesia untuk menjalin sinergi dan kerjasama dalam berbagai bentuk. Bentuk kerjasama ini dapat direalisasikan dengan berbagai pengalaman dalam hal akademik maupun non-akademik, seperti mendiskusikan hal-hal yang berkaitan dengan materi ataupun bahan ajar yang telah diterima selama di bangku perkuliahan. Dalam hal non-akademik, diharapkan dapat menjalin relasi informasi ketenagakerjaan dengan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu HMKI juga merupakan alternatif lain yang dapat membuat melek atau sadar instansi pemerintah maupun swasta terkait pentingnya posisi seorang arsiparis. Sehingga lulusan kearsipan lebih dipercaya oleh instansi baik pemerintah maupun swasta. Bukan cuman itu teman-teman, doakan kami agar bisa bekerja sama dengan banyak pihak seperti AAI (Asosiasi Arsiparis Indonesia) agar kami bisa seperti payung yang dapat menjadi tempat berteduh. Agar kami bisa bersama-sama berkontribusi atas nama KEARSIPAN. Agar alumni dari prodi ini bisa kembali bersatu dan saling menguatkan. Doakan kami teman-teman J Saya berterima kasih banyak kepada kakak-kakaku, penggagas adanya ide untuk bersatu. Kakak-kakak yang saya tidak bisa menyebutkan namanya satu persatu. Salam sukses dari saya untuk kalian semua. Semoga dapat bertemu dilain waktu dalam keadaan baik.
LHA TERUS NEK ADA HMKI NGOPO? UNTUNG E OPO?

InsyaAllah, dengan adanya HMKI ini teman-teman akan :
1.      Mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa kearsipan dalam mengaplikasikan ilmu kearsipan
2.      Mengembangkan wawasan, membangun sinergi antara mahasiswa kearsipan dengan arsiparis Indonesia
3.      Menunjang adanya komunikasi, mempererat dan hubungan dalam langkah meningkatkan kualitas mahasiswa kearsipan
4.      Memperkenalkan dunia kearsipan melalui program-program seperti seminar, workshop dan pelatihan lainnya
5.      Manfaat lainnya dapat berbagi informasi antar himpunan mahasiswa kearsipan
6.      Menguatkan kerjasama antar mahasiswa kearsipan di seluruh Indonesia
7.      Dan masih banyak lagi

Kalo didalam diri teman-teman belum ada hal tersebut, maka jangan salahkan HMKI. Tapi coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang diri sendiri. Karena hakikat ilmu itu harusnya selalu merasa lapar dan kurang. Semakin kita sering membaca, semakin tau bahwa kita tidak tahu apa apa. Yee nggak?


Sekarang, matikan hp atau laptopmu. Jalani kehidupanmu. Jika setelah membaca tulisan ini tidak ada yang berubah darimu, maka jangan salahkan saya, salahkan dirimu sendiri. Jika setelah membaca tulisan ini kamu sedikit tersadar dan mulai beranjak berubah, maka pastikan langkah dan perubahanmu dalam hal kebaikan.

Okeee, the last...

Indonesia masih kekurangan tenaga ahli kearsipan atau arsiparis. Kebutuhan arsiparis nasional mencapai 143.630 tenaga arsiparis, sementara saat ini baru ada 3.241 arsiparis (2,25%). Dengan demikian, Indonesia masih membutuhkan 140.389 arsiparis (97,75%). Kebutuhan akan arsiparis tersebut hanya untuk memenuhi kebutuhan lembaga kearsipan pemerintah, belum termasuk untuk lembaga swasta. ITU ARTINYA KAMU MASIH DIBUTUHKAN DAN DICARI DI INDONESIA. jadi jangan ragu, jangan mundur dan jangan kasih kendor, karna Indonesia kekurangan arsiparis.

Ok mungkin sekian dulu,


Masih banyak sebenarnya yang belum disampaikan seperti budaya diskusi, literasi, dan banyak hal lainnya. Apapun bidangnya, tekuni dan rajinlah. Semangatmu sudah ditunggu Indonesia! Cherio

Source :

https://ugm.ac.id/id/berita/13864-indonesia.kekurangan.140.ribu.arsiparis

http://sv.ugm.ac.id/akademik/program-studi/program-studi-ips/kurikulum-program-studi-d3-kearsipan


http://sv.ugm.ac.id/


https://edukasi.kompas.com/read/2012/05/15/20284782/Indonesia.Kekurangan.Arsiparis


pict : https://archives.mc.duke.edu/blog/record-archives-and-records-management-services-0

Cerpen 1 : Kenangan Bulan Januari

Wazaaaaappp... Apa kaabbss? Jadi, karena cerpen saya ini gagal juara disuatu perlombaan, akhirnya saya posting saja disini. Kayaknya meman...